Rabu, 10 September 2014

Story of New Learning



Hari ini cukup banyak masukan dan pengalaman dari orang-orang hebat. Ya orang hebat karena orang yang berbicara hari ini adalah seorang yang sudah mondar-mandir ke sana-sini pergi ke Luar Negeri. Dari cara berbicaranya yang piawai dan agak sedikit konyol Aku memperhatikan setiap kalimat yang beliau lontarkan. Awal perkenalan dikelas beliau membuka dengan sebuah analogi tentang “Masa Depan” dengan salah satu teman sebangku-ku menjadi objeknya. Dengan semua yang beliau ungkapkan kami semua yang berada dalam ruangan terpusat pada wajah dosen separuh baya tersebut. Leluconan yang setiap kali beliau lontarkan yang membuat semua temanku dalam kelas tertawa meledak.
            “Kalau kalian tidak sukses kuliah yakinlah keturunan kalian juga tidak akan sukses juga”, lugas beliau sambil menyapu pandangan ke seluruh ruangan.
Anak-anak dalam kelas langsung tercengang yang mendengar perkataan dosen tadi. Aku yang sesekali memperhatikan  teman-temanku yang sedang fokus memperhatikan dosen itu. Dosen itu memang mempunyai karismatik tersendiri yang membuat siapapun yang memperhatikannya menjadi termotivasi.
“be your self, be success...” dosen itu menyemangati.
Aku merasa semangat dengan ucapannya... karena di semester ini aku baru merasakan di ajar oleh beliau. Memang aku akui beliau memang mempunyai banyak pengalaman, apalagi dalam hal studi. Beliau sudah keliling-keliling dunia yang katanya di biayai oleh dikti.
“Atuh aku da juga mau kalo dibiayai oleh dikti”, hajatku dalam hati.
Beliau juga bilang kalau yang semua yang kita lakukan itu harus ada hasilnya. Jangan hanya sekedarnya saja. Beliau juga bilang kalau beliau benci dengan orang yang bangga akan ketidak tahuan.
“Kalau tidak tahu tanya, kalau tidak tahu baca!!!”, tegasnya
Setiap orang mempunyai potensi untuk sukses, Ada 3 kunci kesuksesan, yaitu:
-          Meminta doa kepada kedua orang tua.
-          Bekerja keras, sungguh-sungguh dan berdoa kepada Allah
-          Never give up (jangan pernah menyerah dan merasa down saat menghadapi kegagalan).
Aku mempunyai tekad bahwa aku akan ke JEPANG, dan pastinya dengan usaha keras,sungguh-sungguh dan restu orang tua serta RIDHO Allah Swt. Tulisan ini akan menjadi saksi ketika nanti aku pergi ke JEPANG. Sedini mungkin aku harus melek informasi akan dunia dengan teknologi yang ada saat ini. Dan pastinya aku juga harus memiliki bekal untuk  kehidupan di akhirat. Semoga Allah selalu memberikan Rahmat-Nya kepada Hamba yang sedang Tolabul Ilmu.  Aminnnnn ^_^.

Sekian pengalaman yang memotivasi hari ini, semoga dihari-hari berikutnya dan lebih banyak lagi pengalaman yang di dapatkan dari orang-orang hebat dan dapat di terapkan pada diri ini.

Selasa, 22 Juli 2014

Back Up Iman

Dalam pengambilan keputusan, selain pikiran, manusia juga melibatkan emosinya. Karenanya,pikiran dan emosi perlu didorong agar bisa melahirkan keputusan yang tepat. Ada beberapa tahap agar kita memilki emosi dan pikiran yang tepat saat akan melakukan perubahan. Pertama, ubahlah rasa takut menjadi sebuah rasa keberanian. Kedua, ubahlah keberanian menjadi komitmen. Yakinlah bahwa segala sesuatu pasti terjadi karena ketentuan-Nya. Keyakinan inilah yang akan mendominasi perubahan. Asupan-asupan keimanan inilah yang memungkinkan seseorang selalu kuat menjalani proses-proses perubahan kehidupan.
#kutipan buku Menjadi Lebih Baik agar selalu ditolong Allah.

Jumat, 18 Juli 2014

Kagum atau Cinta??

Setiap manusia di anugrahi sebuah perasaan. Ketika perasaan itu tumbuh menjadi sebuah nama yaitu CINTA. Banyak yang salah mengartikan apa itu cinta?? Bagi mereka ada yang menganggap cinta itu "pacaran". Yah mungkin karena mereka belum tau atau belum mengerti. Sesungguhnya perasaan yang kita miliki saat ini harus di kelola dengan sebaik"nya,jangan sampai kita hidup hanya akan terlena oleh cinta dunia dan melupakan cinta akhirat,yaitu cinta kita kepada Sang Khalik(sang pencipta). Memang wajar ketika kita telah dewasa kita merasakan hal itu namun cara kita yang kurang tepat. Cinta kita peroleh bukan hanya dengan pacaran saja. Cinta itu bukan main-main tetapi menyatukan dua hati yang saling mengerti dan menghormati satu sama lain untuk menerima kekurangan masing-masing dan saling melengkapi dengan jalan yang halal yaitu pernikahan. Dengan begitu insyaallah cinta itu ridhoi Allah dan menjadi suatu ibadah.
#allahualam bishowab...

Selasa, 03 Juni 2014

“Kisah Rasulullah saw dan Malaikat Penghitung Titisan Air”



“Kisah Rasulullah saw dan Malaikat Penghitung Titisan Air”
HUJAN Diriwayatkan (Al-Mustadrah Syeikh An-Nuri, jilid 5:355 hadits ke 72)
Bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Disaat aku tiba dilangit di malam Isra’ Mi’raj, aku melihat malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu per satu. Aku bertanya kepada Jibril As, pendampingku.
“Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya?”, Jibril berkata, “Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung titisan air hujan yang turun dari langit ke bumi.”
“Rasulullah saw bertanya kepada malaikat tadi, “Apakah kamu tahu berapa bilangan jumlah titisan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak di ciptakan Nabi Adam As,? “Malaikat itu berkata, “Wahai Rasulullah, demi yang mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah titisan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari diciptakannya Adam As, sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah titisan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan, rimba, gunung, ke tanah, ke sungai, ke sawah dan tempat yang tidak diketahui manusia.
Mendengar harian malaikat tadi, Rasulullah saw sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung air hujan.
Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau, “Wahai, Rasulullah saw, walaupun aku memiliki 1000 tangan dan sejuta jari, dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung titisan air hujan yang turun dari langit ke bumi, aku memiliki kekurangan dan kelemahan.”
Rasulullah saw pun bertanya, “Apa kekurangan dan kelemahan kamu?”, malaikat itu pun menjawab, “Kekurangan dan kelemahanku, wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di suatu tempat, lalu menyebut namamu lalu bersolawat untukmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyak pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas dirimu.”
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56)
“Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah amma ba’du”
“Siapa yang sholawat atasku satu kali shalawat maka Allah swt akan bersholawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
“Manusia yang paling utama pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat.” (HR. Tirmidzi)
“Orang yang bakhil adalah orang yang disebutkan namaku dihadapannya namun dia tidak bersholawat padaku.” (HR. Tirmidzi, dia mengatakan Hasan Sohih)
“Shalawat Allah swt adalah rahmat, sedangkan dari para malaikat adalah istighfar dan dari orang yang beriman adalah doa.”
#Mari kita tingkatkan sholawat kita, agar kelak di akhirat kita dapat bertemu dengan Rasulullah.... Aminnn
*Semoga bermanfaat J

Selasa, 27 Mei 2014

Public Speaking Alami



Di bawah rindangnya pohon
Seakan hatiku mencair
Ketika terucap sebuah kata
Siapa namamu?
                                    Dengan tatapan kosong
                                    Dalam hati berbisik
                                    Mengapa harus aku?
                                    Benarkah untukku?
Doa yang dulu ku panjatkan
Seakan datang tuk menjawab
Disore hari yang sejuk
Dalam interaksi yang alami
                                    Interaksi ku dengannya
                                    Adalah kenangan yang tak terlupakan
                                    Ketika matanya mencuri pandanganku
                                    Ku memandangnya dengan penuh kasih
                                                                                                       
                                                                                                          Serang, 25 Mei 2014                       

Peranan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dikelas Rendah



Peranan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dikelas Rendah

            Guru merupakan kunci sentral untuk keberhasilan suatu pelajaran. Terlebih lagi apabila lingkungan tempat pembelajaran kurang menguntungkan, peran guru sangat berarti bagu siswa  kaena penentu keberhasilan suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh lingkungan, orang tua dan sekolah. Kedudukan guru sebagai komponen pengajaran di samping siswa, kurikulum, metode, alat pelajaran, dan alat evaluasi merupakan penentu keberhasilan. Demikian guru berperan sebagai pembimbing, model, inovator, administrator dan evaluator, terlebih lagi dalam pembelajaran bahasa indonesia.
*        Guru Bahasa Indonesia sebagai Pembimbing
       Hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing kelas I dan II antara lain sebagai berikut:
a.      Tingkat Kesiapan Anak
Kesiapan anak yang berasal dari TK tentunya akan lebih matang bila dibandingkan dengan yang bukan dari TK. Biasanya anak dari TK memiliki dasar kedisiplinan dan dasar pembiasaan diri yang lebih, meskipun tidak mutlak. Hal ini dapatdiperkuat dengan GBPP dan Kurukulum Pendidikan TK yang bertujuan untuk membentu kesiapan dalam menghadapi pendidikan selanjutnya. Seharusnya bagi siswa yang memiliki kesiapan plus mendapat tambahan pengayaan, sedang bagi yang kurang diadakan bimbingan tambahan.
b.      Tingkat Pengembangan Anak
Anak usia dini kecenderungan ingin tahu sangat besar dengan apa yng dilihat, serta pada diri anak kelas I dan II memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Oleh karena itu dorongan dan bimbingan guru sangat diperlukan untuk memupuk dan membangkitkan bakat, minat dan kemampuan anak tersebut. Guru harus berperan aktif dan dapat memanfaatkan saat-saat yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak didiknya.
c.       Bahasa Ibu
Bahasa Ibu anak kelas I dan II, seharusnya menjadi sumber belajar yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bahan pelajaran, metode dan teknik pembelajaran bahasa indonesia sebagai bahasa kedua.

*        Guru sebagai Model
       Guru sebagai cermin bagi anak didik, terutama baik bagi anak usia dini, yang biasanya dorongan untuk meniru sangat menonjol. Semua tingkah laku guru akan berpengaruh bagi anak didiknya, begitu juga tutur kata guru, secara sadar atau tidak akan merupakan model bagi anak didik. Oleh karena itu, guru kelas I dan II hendaknya santun dalam berbicara, baik tutur katanya, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar.
*        Guru sebagai Administrator
       Guru sebagai pengelola segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pengajaran, termasuk pengadministrasiannya, misal : mencatat jumlah siswa, pekerjaan orang tua, bagaimana prestasi anak tersebut, kelemahan dan kekurangan masing-masing siswa, termasuk pengembangan bahasanya.
*        Guru Bahasa sebagai Inovator
       Guru bahasa tentunya menyadari, bahwa bahasa yang digunakan dan diajarkan bersifat hidup. Dengan dengan demikian bahasa senantiasa mengalami perkembangan, misalnya adanya nsur serapan asing dan daerah yang merupakan wujud berkembangnya bahasa tersebut. Di satu sisi perkembangan tersebut berakibat positif terhadap perbendaharaan kata, di sisi lain menuntut kita lebih kreatif mendorong aktivitas anak didik untuk terampil menyaring dan memanfaatkan perkembangan tersebut secara tepat.
       Untuk mewujudkan pemikiran di atas, guru harus bersifat terbuka menerima bahkan mengharap saran-saran, aktif dalam kegiatan yang bersifat ajang bertukar pikiran kebahasaan dan tertanam rasa bangga dan hormat terhadap perkembangan dan kedudukan Bahasa Indonesia serta mengimplementasikan secara sungguh-sungguh  dalam pembelajaran. Guru harus menyadari peran bahasa indonesia sebagai sarana mempelajari mata pelajaran lain dan sebagai salah satu keterampilan hidup bagi para siswa.
*        Guru sebagai Evaluator
       Evaluator berarti orang yang mengadakan kegiatan penilaian, sedangkan evaluasi merupakan proses pelaksanaan penilaian tersebut. Aktivitas evaluasi oleh guru pada umumnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1.      Evaluasi awal
2.      Evaluasi tengah
3.      Evaluasi akhir

       Pertama, evaluasi awal yang sering kita sebut analisis kondisi awal, atau evaluasi perencanaan.
       Kedua, evaluasi tengah atau evaluasi proses. Kegiatan mengadakan penilaian ini sarana dan prasarana kegiatan siswa telah searah dengan tujuan pembelajaran.
       Ketiga, adalah evaluasi akhir atau disebut evaluasi hasil, merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan oleh guru dengan meggunakan alat evalusi berupa tes, dengan tujuan untuk melihat tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap materi yang telah disajikan.
       Ketiga kegiatan evaluasi tersebut berlangsung melingkar, secara terus menerus, artinya hasil evaluasi yang lalu akan menjadi pedoman pembelajaran yang akan datang, begitu seterusnya.