SOSOK
ITU
“Neni.....!!! ini jamnya
ketinggalan”, teriak Wati dari pagar kost-an
sambil mengambil jam tangan yang jatuh kebawah untuk diberikan kepada
Neni.
Sikembar yang sedang asyik berjalan
berhenti seketika mendengar teriakan Wati yang menyentak telinga, sekitar 20
langkah dari tempat Wati berdiri. Nena_saudara kembar Neni_nengok berbalik arah
ke belakang.
“Neni,,,jam kamu ketinggalan tuh”,
sambil menunjuk ke arah Wati.
“Oiya,,,ketinggalan”, sambil
memegang lengan kirinya memeriksa jam.
“Wati, simpen aja dulu,nanti aku
balik lagi ke kost-an kamu!!!”, teriak Neni dari kejauhan agar Wati mendengar.
“Oh iya,,kamu nanti balik lagi”,
Wati menganggukkan kepalanya isyarat bahwa dia mengerti apa yang dimaksud Neni.
Saat percakapan antara Neni dan Wati
finish alias selesai,tiba-tiba ada sosok ikhwan yang keluar
dari gerbang kost-an sebelah Wati,yang membuat si kembar kaget, sosok itu
tiba-tiba saja loncat keluar ketika mendengar percakapan mereka, Sikembar
saling tengok dan menatap mata sampai tertawa-tawa karena kaget,tiba-tiba saja
sosok itu keluar pada saat yang tidak tepat, di saat itu Wati sedang tidak
mengenakan kerudung.
“Huh,!!! Ngagetin aja kirain siapa
ya!!!”, bisik Nena kepada Neni sambil ketawa kecil.
“Hehe, iya, untung aja udah selesai ngomong sama Wati-nya, tapi
tadi ikhwan itu lihat ke arah Wati yang sedang tidak pakai kerudung gak yah???”,
bisik Nena kepada Neni membalas.
“Kayanya sih nggak Na”, bisik Neni
sambil melirik ke arah belakang memastikan Wati sudah masuk ke dalam kost-an.
Sikembar melanjutkan berjalan sambil
tertawa-tawa kecil karena masih teringat kejadian tadi, kok bisa ya sosok itu
muncul tiba-tiba di saat mereka bertiga sedang bercakap-cakap yang seakan
lenyap di terjang ombak,hehe. Tak lama sosok itu lewat disamping mereka,
kemudian pandangan mereka lurus kedepan jalan.
Sosok itu mengalihkan pandangannya ke
arah sikembar ketika mencoba menyapa teman perempuannya di jalan,Nena merasakan
hal itu walaupun Neni tidak menyadarinya.
“Ehemmm” suara kecil keluar dari
mulut Nena.
“Kenapa Na???”, tanya Neni heran.
“Hehe,nggak kok”, ngeles sambil
nengok kearah Neni tersenyum.
Nena merasa heran,, “Ternyata sosok
itu bisa basa-basi juga dengan teman perempuannya atau mungkin sengaja”,
gumamnya dalam hati.
***
Setelah selesai sholat Dzuhur di
Masjid kampus, Nena Pulang dan terpisah oleh Neni karena Neni harus kelompok bekerja kelompok mengerjakan tugas
kuliah dengan temannya yang sudah menjemputnya di depan gerbang kampus. Mereka
terpisah di depan gerbang kampus, Nena kekiri arah pulang ke kost-an dan Neni
ke kanan menyebrangi jalan ke arah kost-an temannya.
Ditengah perjalanan menuju kost-an,
dengan jalan santai sambil bernyanyi-nyayi kecil Nena melihat ke kanan dan kiri
sisi jalan,matanya tertuju pada sebuah kedai yang cukup ramai. Ternyata Nena
tidak sengaja melihat sosok itu lagi.
“Bukannya solat malah di kedai”,
gumam dalam hatinya.
“Kirain mah tadi ketemu di jalan
deket kosan Wati mau ke masjid kampus, ah mungkin dia ingin makan dulu”, gumam
Nena membenarkan dalam hatinya.
Nena yang seketika melihat sosok itu
jalan dengan pandangan lurus kedepan tanpa menengok lagi ke arah kedai itu.
Entah sosok itu melihat atau tidak ke arah Nena yang melewati kedai itu, yang
pasti Nena tidak ingin tahu, Nena tidak ingin sosok itu menilai Nena dengan
negatif,entah menganggap Nena aneh atau apapunlah, yang pasti saat itu hatinya sedang
gelisah saat melihat sosok itu,sosok yang sejak dulu Nena kagumi seakan telah
pudar dan berbeda dengan sosok yang sekarang Nena lihat.(“He won’t ever know to
forever,at the longest)
*(YPN_Twins)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar