Selasa, 04 Maret 2014

SOSOK ITU



SOSOK ITU

            “Neni.....!!! ini jamnya ketinggalan”, teriak Wati dari pagar kost-an  sambil mengambil jam tangan yang jatuh kebawah untuk diberikan kepada Neni.
            Sikembar yang sedang asyik berjalan berhenti seketika mendengar teriakan Wati yang menyentak telinga, sekitar 20 langkah dari tempat Wati berdiri. Nena_saudara kembar Neni_nengok berbalik arah ke belakang.
            “Neni,,,jam kamu ketinggalan tuh”, sambil menunjuk ke arah Wati.
            “Oiya,,,ketinggalan”, sambil memegang lengan kirinya memeriksa jam.
            “Wati, simpen aja dulu,nanti aku balik lagi ke kost-an kamu!!!”, teriak Neni dari kejauhan agar Wati mendengar.
            “Oh iya,,kamu nanti balik lagi”, Wati menganggukkan kepalanya isyarat bahwa dia mengerti apa yang dimaksud Neni.
            Saat percakapan antara Neni dan Wati finish alias selesai,tiba-tiba ada sosok ikhwan yang keluar dari gerbang kost-an sebelah Wati,yang membuat si kembar kaget, sosok itu tiba-tiba saja loncat keluar ketika mendengar percakapan mereka, Sikembar saling tengok dan menatap mata sampai tertawa-tawa karena kaget,tiba-tiba saja sosok itu keluar pada saat yang tidak tepat, di saat itu Wati sedang tidak mengenakan kerudung.
            “Huh,!!! Ngagetin aja kirain siapa ya!!!”, bisik Nena kepada Neni sambil ketawa kecil.
            “Hehe, iya, untung  aja udah selesai ngomong sama Wati-nya, tapi tadi ikhwan itu lihat ke arah Wati yang sedang tidak pakai kerudung gak yah???”, bisik Nena kepada Neni membalas.
            “Kayanya sih nggak Na”, bisik Neni sambil melirik ke arah belakang memastikan Wati sudah masuk ke dalam kost-an.
            Sikembar melanjutkan berjalan sambil tertawa-tawa kecil karena masih teringat kejadian tadi, kok bisa ya sosok itu muncul tiba-tiba di saat mereka bertiga sedang bercakap-cakap yang seakan lenyap di terjang ombak,hehe. Tak lama sosok itu lewat disamping mereka, kemudian pandangan mereka lurus kedepan jalan.
            Sosok itu mengalihkan pandangannya ke arah sikembar ketika mencoba menyapa teman perempuannya di jalan,Nena merasakan hal itu walaupun Neni tidak menyadarinya.
            “Ehemmm” suara kecil keluar dari mulut Nena.
            “Kenapa Na???”, tanya Neni heran.
            “Hehe,nggak kok”, ngeles sambil nengok kearah Neni tersenyum.
            Nena merasa heran,, “Ternyata sosok itu bisa basa-basi juga dengan teman perempuannya atau mungkin sengaja”, gumamnya dalam hati.
***
            Setelah selesai sholat Dzuhur di Masjid kampus, Nena Pulang dan terpisah oleh Neni karena Neni harus  kelompok bekerja kelompok mengerjakan tugas kuliah dengan temannya yang sudah menjemputnya di depan gerbang kampus. Mereka terpisah di depan gerbang kampus, Nena kekiri arah pulang ke kost-an dan Neni ke kanan menyebrangi jalan ke arah kost-an temannya.
            Ditengah perjalanan menuju kost-an, dengan jalan santai sambil bernyanyi-nyayi kecil Nena melihat ke kanan dan kiri sisi jalan,matanya tertuju pada sebuah kedai yang cukup ramai. Ternyata Nena tidak sengaja melihat sosok itu lagi.
            “Bukannya solat malah di kedai”, gumam dalam hatinya.
            “Kirain mah tadi ketemu di jalan deket kosan Wati mau ke masjid kampus, ah mungkin dia ingin makan dulu”, gumam Nena membenarkan dalam hatinya.
            Nena yang seketika melihat sosok itu jalan dengan pandangan lurus kedepan tanpa menengok lagi ke arah kedai itu. Entah sosok itu melihat atau tidak ke arah Nena yang melewati kedai itu, yang pasti Nena tidak ingin tahu, Nena tidak ingin sosok itu menilai Nena dengan negatif,entah menganggap Nena aneh atau apapunlah, yang pasti saat itu hatinya sedang gelisah saat melihat sosok itu,sosok yang sejak dulu Nena kagumi seakan telah pudar dan berbeda dengan sosok yang sekarang Nena lihat.(“He won’t ever know to forever,at the longest)
*(YPN_Twins)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar